Langsung ke konten utama

Postingan

REHAT (terinspirasi dari judul lagu Kunto Aji)

Hidup sukses nggak semudah menanam malika -- kedelai hitam yang dirawat penuh dengan cinta -- Bahkan merawat Malika ini pun butuh proses yang panjang lov. Sukses bukan cuma sekedar kata, bagi manusia sukses itu pencapaian paling puncak. Pun sukses punya standar tersendiri. Menurut saya sukses lebih dari sekedar punya banyak simpenan uang di brankas dan mobil berkelas. Sukses menurut saya, ketika ibu dan ayah sudah tidak mengkhawatirkan bagaimana masa depan. -- Terdengar sederhana, tapi tidak mudah -- Untuk pertama kalinya saya merasa khawatir dengan berjalannya kehidupan yang monoton dan gitu gitu aja. Perasaan takut tiba dan tak kunjung reda. Dan bisa dipastikan, saya kebanyakan melirik orang-orang yang saya anggap santai dengan kehidupan. Saya sering menganggap rendah diri saat melihat mereka yang terlihat bahagia di media sosial, sebar foto dan video sana sini yang jelas memperlihatkan kebahagiaan.  -- sepertinya saya harus me-refresh- following supaya ga pusing -- ...

Akutucapek.

Sebagai manusia yang masih menginjak 20an ini mau tidak mau harus berpikir dengan bijak gimana masa depanmu nanti. Berpikir tentang masa depan - terutama saya - nggak lepas dari harapan suatu saat nanti bisa hidup dengan tenang dan berleha-leha di tepi pantai sambil pake sunblock dan berjemur sampe bosen.   Ngomong ngomong soal "berpikir bijak", bijak itu apa sih? Kayaknya nilai dari bijak bagi tiap orang itu berbeda. Sama dengan nilai benar atau salah. Itu relatif. Bijak atau nggak kan tergantung kebutuhan di hidupmu ki piye? Ya khaan? Ga melulu sikap bijak itu menguntungkan banyak orang hloo..  -- contoh kasus realita -- We sekarang kerja di studio, udah jalan sekitar 4 bulan. Sebagai sarjana strata satu atau lebih pendeknya S1 (hehehe), gawe di studio dengan gaji nggak semahal tas gucci ori adalah hal yang "dianggap" tidak pantas bagi sebagian orang. We agak setuju. Dan tentu dengan pendapatan sebagai admin studio tidak berbanding lurus dengan kebutuha...

Untuk Yang Sudah Tenang

Kurang lebih dua pekan lalu, tepat sehari setelah Idul Adha aku berkunjung ke rumah teman lama. Kata ibuk, dulu waktu kecil aku sering bermain dengan dia, karena ibuk juga sering berkunjung ke rumahnya. Seringnya ibuk berkunjung bukan tanpa alasan, ibuk berteman baik dengan orang tua teman saya, terutama mbak Matul, ibu dari teman saya.  Mbak Matul telah berpulang ke tempat yang lebih dekat dengan Tuhan. Tidak ada yang mengira almarhumah di panggil secara mendadak. Di ceritakan kalau beliau meninggal ketika perjalanan menuju lokasi lomba agustusan, saat itu beliau berencana menjadi juri bersama dengan ibuk. Tapi tak ada yang tahu, bahkan mungkin mbak matul sendiri tidak menyangka, ia sesegera itu jemput pulang. Kronologi kecelakaan sesuai dengan apa yang saya dengar dari cerita suami mbak Matul :  Saat kejadian mbak Matul mengendarai motor matic dengan kecepatan rendah, beliau bermaksud mendahului truk tronton (truk besar) lewat jalur sebelah kiri, lalu tiba-tiba ...

Curhat 15.14

Aku tidak mengerti bagaimana seseorang bisa mengucapkan cinta dengan mudah. Aku juga tidak mengerti bagaimana cinta bisa sebegitu mudahnya ditunjukkan. Andaikan aku punya rambu untuk menunjukkan rasa cinta, aku akan segera ingin memilikinya. Aku tau aku orang yang rumit, tak banyak orang yg bisa memahami bagaimana pola pikirku bergulir. Bahkan ibu yang mengandung dan melahirkan aku tidak bisa memahami bagaimana sejujurnya aku.  Keresahanku ialah saat aku mulai mencintai seseorang. Aku was was bagaimana kalau nanti dia tidak faham caraku mencintainya. Lalu akhirnya jengah dan pergi begitu saja.  Banyak orang yang bilang kalau aku lemah dalam meresap informasi sekitar. Saat aku berbicara dengan kawan, sering aku tidak di anggap tidak faham dengan obrolan lalu muncullah "kok kamu lemot sih". Lalu kalau aku sedikit tidak merasa enak dengan suatu kejadian yang menimpa, kemudian aku curhat, aku update di media sosial, aku di anggap "kok kamu baperan sih". Stereotip ...

I'am in Love with The Shape of Me~~~

Mari sejenak duduk dan merenung, sudahkah kita atau saya sadar dengan lingkungan sekitar yang semakin menggila saja. Masih ingatkah kalian dengan kasus pelecehan seksual yang santer di bicarakan di media sosial menjelang akhir bulan Mei kemarin? Yuhuu, ialah Via Vallen. Banyak yang membicarakan kasus tersebut, mulai dari berita televisi, situs berita online, bahkan netijen juga tak kalah serunya membincangkan kasus Via Vallen.  Kasus ini mencuat ketika sang biduan ini mengupload screenshoot percakapannya di Instagram dengan seorang pemain sepakbola di Instagram pribadi miliknya, Via langsung menjadi sorotan publik. Via langsung saja mendapatkan berbagai macam reaksi publik, mulai dari ia di tuduh "pencari sensasi" supaya karirnya meroket menuju langit ke tujuh atau bahkan ada yang membelanya dengan membuat aksi simpatik untuk Via. Betapa hebohnya netijen jaman now.  Via Vallen adalah seorang biduan dangdut asal Kediri, ia melejit dengan lagu "sayang", jika ...

PULANGLAH - Jika Sudah Merasa Cukup

Pada dasarnya semua manusia pasti diciptakan saling membutuhkan dan saling bergantung satu  sama lain. Jika bisa ku katakatakan, semua orang punya sebagian masalah yang tidak bisa di selesaikan sendirian. Maka, muncullah manusia sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan. Tak terkecuali manusia dengan tingkat kemandirian yang amat sangat tinggi. Entah kenapa, malam ini aku ingat Ibu, seorang mandiri, wanita kuat dan super sabar, yang sudah membesarkan saya sampai segede ini. Ingatnya pun karena saya butuh uang; masaku sekarang masih bergantung dengan duit orang tua karena tak punya tabungan dan masih bulan pertama kerja; klasik memang. Tapi, terlepas dari semua itu saya yang sudah segede ini, tidak bisa dekat dengan Ibu, saya hanya bercerita seperlunya yang menurut saya itu perlu untuk Ibu saya ketahui; misal pindahan kos, pacar, dan tentu saja uang; dan karena pikiran itu, timbul pertanyaan dalam benak hati terdalam "Ibuk nek ono masalah karo uneg-uneg, cerito nang sopo ya? ...

Curhat..... 16.27

Bekerja.. Mendengarnya saja aku sudah membayangkan sebuah kesibukan yg tiada henti. Pada awal saya memburu "pekerjaan", tentu hal yg saya pilih adalah pekerjaan yang sesuai dengan bidang yang saya geluti di bangku kuliah. Namun, seiring berjalannya waktu. Karena saya tidak ingin menganggur terlalu lama, saya mulai berpikir yg mungkin bisa dibilang "logis". Saya mulai mencari pekerjaan yang melencong dari gelar yang sudah diraih. Daaaan, alhasil saya akhirnya mendapatkan pekerjaan yang "agak melencong" itu.  Sekarang ini, saya bekerja sebagai admin (tapi itungannya masih training sih, masih belum tetap). Admin ini di sebuah studio foto kecil do dekat kampus saya tercinta. Eh, mantan kampus ya. Hehehe.  Saya sebenarnya dari awal datang melamar ke tempat ini sudah optimis akan di terima. Karena terlihat dari suasana dan cara kerja pun cukup mudah. Tidak perlu banyak latihan untuk mendalami.  Jadi, admin di sini selain pintar berkom...