Langsung ke konten utama

Postingan

SAJAKUNTUKNYA#2

Langit yang segera bertemu bulan Sebelumnya turunlah hujan Pada jiwa yang sedang mengabdikan diri Bebaskanlah hati pada perihal yang baik Cukupkan segera usahamu Jika semua sudah terasa berat Tidak akan ada yg bisa melepasnya Kecuali dirimu sendiri Berbahagialah meski fana Tak ada yg abadi di dunia Bersyukurlah sudah melangkah sejauh ini Tak ada waktu untuk menyesali Segala hal yang baik akan segera datang Bersiaplah agar tidak hilang Aku disini, akan selalu menjaga Aku disini, akan selalu percaya Semoga segala asa segera menemui puncaknya.

'DuaPuluhTiga'

Ku pikir hidup akan selalu mudah saat sudah tekun di sekolah, mengerjakan seluruh kewajiban, mendapatkan nilai yang bagus. Hidup ternyata lebih dari itu Beranjak dewasa, banyak sekali yg difikirkan. Mulai dari pekerjaan, pasangan, investasi, karya, termasuk pula rencana masa depan yang masih 'blawur'. Pada usia yang sudah 'duapuluhtiga' sudah pantas banget memikirkan karir. Sudah bukan waktunya haha hihi Pada usia inilah saatnya pembuktian diri apakah kamu pantas menjadi anak yang dibanggakan orang tua. Namun, seringkali realita, tak seindah ekspetasi. Jadi pintar-pintar saja mencari banyak 'plan b'. "Kalau nggak bisa ke sini, aku harus kemana?" Nah itu, sampai sekarang rencana saya hanya sampai 'tanda tanya'. Masih tidak tahu harus bagaimana karir ini di bentuk. Padahal, dulu saya ingin sekali menjadi.... Banyak hal... Hehehe Ada banyak sekali impian saya yang sudah tidak bisa diraih, salah satunya jadi 'dokter...

SAJAKUNTUKNYA #1

((Rencana)) Selalu kurasa hidup yang begitu mudah Sampai pada titik aku bersua dengannya Tidak pernah terbesit bahkan berencana Memutuskan hidup bersama Layaknya pasangan pada umumnya Kami pergi ke berbagai tempat bersama Melalui hari bersama Kebersamaan yang telah terbiasa Tak hanya ada senang Tapi juga ada duka Terkesan kekanakan karena kami masih terbilang belum dewasa Tapi tidak dengan ambisi mungkin lebih tepatnya Rencana.. Ya, kami menggebu membuat rencana bagaimana nanti kami bersama selamanya Apa yang harus ditanggung dan apa yang harus dilepas Bolehlah kalian anggap kami buta tidak kami tidak buta hanya sedikit punya rencana yang cukup jauh dan panjang Tidak ada yang tau ujung yang pasti kami berjuang

Pertama Kali Daftar CPNS

Tepat sekali pada hari jumat berkah ini akhirnya saya berhasil registrasi pendaftaran CPNS. Setelah seminggu lalu selalu ditanya sama ibuk jadi ikut CPNS atau nggak. Bukan tanpa alasan ibuk getol nyuruh saya daftar CPNS, ya karna beliau juga PNS Ayah pun berprofesi yang sama. Beliau² ini berhasil ngurus anak sampe segede saya dan nyekolahin sampe sarjana. Sebenarnya bukan karena pengen semua keturunannya jadi PNS sih, tapi lebih kepada ibuk khawatir jika nggak PNS apakah nanti hidup saya akan baik-baik saja? Apalagi ibuk tau saya tak sepintar Abu Bakrie yang tajir melintir. Kalian tahu pns punya sejuta keuntungan diantaranya : Gaji tetap, sesuai umr, ada berbagai macam tunjangan, dan pastinya pas pensiun juga masih dapet duit negara, belum lagi kalau kalian naik jabatan, makin besar lagi keuntungan yang diperoleh. Itulah yang keluarga saya gunakan untuk hidup dan men-sejahterakan keluarga. Keuntungan yang diperoleh juga berbanding lurus dengan tanggungjawab yang diemban. Bag...

REHAT (terinspirasi dari judul lagu Kunto Aji)

Hidup sukses nggak semudah menanam malika -- kedelai hitam yang dirawat penuh dengan cinta -- Bahkan merawat Malika ini pun butuh proses yang panjang lov. Sukses bukan cuma sekedar kata, bagi manusia sukses itu pencapaian paling puncak. Pun sukses punya standar tersendiri. Menurut saya sukses lebih dari sekedar punya banyak simpenan uang di brankas dan mobil berkelas. Sukses menurut saya, ketika ibu dan ayah sudah tidak mengkhawatirkan bagaimana masa depan. -- Terdengar sederhana, tapi tidak mudah -- Untuk pertama kalinya saya merasa khawatir dengan berjalannya kehidupan yang monoton dan gitu gitu aja. Perasaan takut tiba dan tak kunjung reda. Dan bisa dipastikan, saya kebanyakan melirik orang-orang yang saya anggap santai dengan kehidupan. Saya sering menganggap rendah diri saat melihat mereka yang terlihat bahagia di media sosial, sebar foto dan video sana sini yang jelas memperlihatkan kebahagiaan.  -- sepertinya saya harus me-refresh- following supaya ga pusing -- ...

Akutucapek.

Sebagai manusia yang masih menginjak 20an ini mau tidak mau harus berpikir dengan bijak gimana masa depanmu nanti. Berpikir tentang masa depan - terutama saya - nggak lepas dari harapan suatu saat nanti bisa hidup dengan tenang dan berleha-leha di tepi pantai sambil pake sunblock dan berjemur sampe bosen.   Ngomong ngomong soal "berpikir bijak", bijak itu apa sih? Kayaknya nilai dari bijak bagi tiap orang itu berbeda. Sama dengan nilai benar atau salah. Itu relatif. Bijak atau nggak kan tergantung kebutuhan di hidupmu ki piye? Ya khaan? Ga melulu sikap bijak itu menguntungkan banyak orang hloo..  -- contoh kasus realita -- We sekarang kerja di studio, udah jalan sekitar 4 bulan. Sebagai sarjana strata satu atau lebih pendeknya S1 (hehehe), gawe di studio dengan gaji nggak semahal tas gucci ori adalah hal yang "dianggap" tidak pantas bagi sebagian orang. We agak setuju. Dan tentu dengan pendapatan sebagai admin studio tidak berbanding lurus dengan kebutuha...

Untuk Yang Sudah Tenang

Kurang lebih dua pekan lalu, tepat sehari setelah Idul Adha aku berkunjung ke rumah teman lama. Kata ibuk, dulu waktu kecil aku sering bermain dengan dia, karena ibuk juga sering berkunjung ke rumahnya. Seringnya ibuk berkunjung bukan tanpa alasan, ibuk berteman baik dengan orang tua teman saya, terutama mbak Matul, ibu dari teman saya.  Mbak Matul telah berpulang ke tempat yang lebih dekat dengan Tuhan. Tidak ada yang mengira almarhumah di panggil secara mendadak. Di ceritakan kalau beliau meninggal ketika perjalanan menuju lokasi lomba agustusan, saat itu beliau berencana menjadi juri bersama dengan ibuk. Tapi tak ada yang tahu, bahkan mungkin mbak matul sendiri tidak menyangka, ia sesegera itu jemput pulang. Kronologi kecelakaan sesuai dengan apa yang saya dengar dari cerita suami mbak Matul :  Saat kejadian mbak Matul mengendarai motor matic dengan kecepatan rendah, beliau bermaksud mendahului truk tronton (truk besar) lewat jalur sebelah kiri, lalu tiba-tiba ...