Langsung ke konten utama

REVIEW SINGKAT : DRAMA SERIES "WHEN THE CAMELLIA BLOOMS" 2019



Bercerita tentang seorang perempuan bernama Dong-baek (Kong Hyo-Jin) yang membuka bar bernama Camellia di pinggiran Ongsan. Ia mendobrak kultur warga, sebab masih muda namun sudah memiliki anak bernama Kang Pil-Gu (Kim Kang-Hoon) lahir tanpa ayah. Ongsan digambarkan sebagai daerah yang punya ciri khas usaha restoran kepiting rendam, tentu bos dari usaha itu ialah para wanita. Mayoritas lelaki disana dianggap hanya sebagai pendukung usaha. Pekerjaan mereka mulai dari mencuci piring, membeli bahan baku dan melayani tamu. Camellia menjadi tempat satu-satunya yang bisa dikunjungi oleh para lelaki untuk melepas lelah atau sekedar "nongkrong" dan "minum soju". Dong-baek menjadi bahan gunjingan warga Ongsan, sebab para suami sering menghabiskan waktu di bar Camellia.


Plot Terkesan Lambat

Jika senang dengan drama series dengan plot lambat, anda akan jatuh cinta dengan drama ini. Sebab, penulis  Im Sang-Choon Sengaja memberikan ruang  untuk lebih dekat dengan kehidupan malang Dong-baek. Sebenarnya, drama series dengan plot lambat tidak selalu membosankan. Contohnya pada drama ini, penulis mengajak agar tidak hanya fokus pada Dong-baek, tapi juga peran setiap karakter pendukung cerita serta perkembangan karakternya.

Mulanya Dong-baek dikenal sebagai wanita yang pemalu dan tidak peduli dengan gunjingan warga Ongsan. Jika serius menonton ini, anda akan dibuat terpukau dengan sisi pemberani Dong-baek yang muncul akibat semua tekanan yang diterimanya. Pun warga Ongsan yang mulanya "nyiyir" tiba-tiba menjadi bersahabat. Sebab, para wanita Ongsan masih lekat dengan kearifan lokal, yaitu semua tetangga adalah keluarga. Warga Ongsan yang terlihat tak peduli satu sama lain, pelan-pelan ditunjukkan bahwa mereka sebenarnya penuh dengan kasih sayang.

Tak hanya itu, penulis dengan cantik menyampaikan bahwa hidup Dong-baek ternyata tidak terlalu buruk. Satu demi satu, terungkap betapa beruntungnya kehidupan yang dimiliki Dong-baek. Maka, drama ini mampu memberi semacam pengingat bahwa ada alasan disetiap kejadian, tak selamanya alasan itu adalah  buruk. Dan tidak mungkin hidup seorang manusia akan selalu sial, ada saat dimana manusia itu menjadi makhluk paling beruntung sedunia.



Cerita yang Heroik

Drama ini di bumbui dengan kisah beberapa wanita yang kita sebut sebagai Ibu. Kisah yang sedikit menyentuh hati tentang bagaimana sosok Ibu adalah makhluk paling kuat sedunia. Ibu yang rela berbuat apapun demi kebahagiaan anaknya.

Salah satu kisah yang menarik adalah ibu dari Dongbaek, bernama Jo Jeong-Suk(Lee Jung-Eun) yang meninggalkannya di panti asuhan. Sejak saat itu, Dongbaek menjadi yatim piatu. Mulai dari kejadian inilah ia merasa bahwa hidupnya sungguh malang. Tak punya Ibu, miskin, dijauhi teman dan dituduh macam-macam. Tapi jangan buru-buru kecewa, disini penulis sungguh dramatis menyampaikan apa sebenarnya alasan Jo Jeong-Suk memutuskan untuk meninggalkan Dong-baek. Sungguh hati anda akan teriris ketika tahu apa alasan sebenarnya (pengen spoiler tapi jangan deh, nonton dulu aja, hehehe). Penulis juga dengan indah menyampaikan, bahwa Ibu Dong-baek adalah sosok yang selama ini melindungi Dong-baek dan Pil-Gu secara diam-diam dari si Pengusil (penjahat di Ongsan). Jadi tak perlu melawan Thanos agar bisa disebut pahlawan (Avanger kalee), cukup melindungi orang terkasih sudah bisa membuat Ibu disebut sebagai pahlawan.


Kisah Cinta sebagai Pemanis

Heung-sik (Kang Ha-Neul) warga lokal yang berprofesi sebagai polisi yang tergila-gila dengan pesona Dong-baek. Karakter Heung-sik bertolak belakang dengan pemeran utama. Ia ceria, pantang menyerah dan selalu berfikir positif. Karakter ini memang pas untuk berdampingan dengan karaktek utama, Dong-baek. Heung-sik memberi warna tersendiri dan tentunya masalah baru di kehidupan Dongbaek.

Sedangkan, Kang Jong-Ryeol (Kim Ji-Suk) mantan kekasih Dong-baek sekaligus ayah dari Kang Pil-Gu tiba-tiba kembali mengusik kehidupan Dong-baek. Ia bersedia melakukan segala cara agar bisa kembali bersama dengan Dong-baek dan Pil-Gu.

Mungkin ketika penulis membuat cerita, rasanya kurang pas jika tidak ada karakter yang bisa mencairkan suasana. Maka, Heung-sik diciptakan untuk memberikan aura positif kepada Dong-baek si malang. Tak jarang Heung-sik yang penuh cinta memberikan situasi komedi yang renyah. 


Thriller sebagai Pemikat

Drama dengan genre multiple, romance-comedy thriller. Penjahat dalam drama ini sebenarnya tidak terlalu menonjol. Seakan si Pengusil (sebutan penjahat) hanya sebagai bumbu yang melengkapi betapa sial-nya kehidupan Dong-baek. Peran si Pengusil juga membantu memperkuat karakter Heung-sik sebagai seorang yang tidak hanya kompeten mencintai Dong-baek, tapi juga kompeten dalam profesinya sebagai polisi.

Awal episode, adegan pembunuhan sengaja ditonjolkan. Strategi tersebut cukup bagus untuk menarik penonton agar terus mengikuti cerita yang plot-nya cenderung lambat. Setiap episode, karakter si Pengusil selalu muncul dan menjadi pemikat. Penonton dibuat bertanya-tanya siapa sebenarnya si Pengusil ini. Karena setiap karakter yang ditunjukkan selalu memiliki potensi sebagai penjahat.

Sebagai penutup, rasanya drama ini punya formula yang cukup untuk memberikan rasa penasaran. When The Camellia Blooms tak hanya fokus pada  kehidupan Dongbaek, tapi juga rahasia pada setiap karakter yang penuh dengan kejutan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Drama Series : Lovestruck in the City

Aktor dan aktris Ji Chang-wook dan Kim Ji-won yang sudah banyak mengambil peran untuk genre romansa dipersatukan dalam drama produksi Story & Pictures Media Desember 2020 kemarin. Rata-rata peran yang mereka mainkan selalu sukses dan cukup tenar di negara asalnya. Mereka berdua dipertemukan dalam drama romansa dengan konsep dokumenter dengan dua pasangan lain. Ha? Drama tapi konsepnya dokumenter? Iyap, jadi disini kisahkan ada 3 pasangan yang pernah dan sedang menjalin hubungan. Tiga pasangan tersebut yakni Park Jae-Won & Lee Eun-Oh / Yoon Sun-Ah, Choi Kyung-Jun & Seo Rin-Yi, dan Kang Kun & Sun Young. Konsep drama ini seperti sedang mewawancari 6 orang tersebut, kemudian ditunjukkan secara visual bagaimana perwujudan dari cerita cinta yang mereka alami.  Sinematografi Ciamik dan Tone Warna Lembut  Bukan hanya kisah 3 pasangan ini saja yang bisa dinikmati penonton, sinematografi yang disuguhkan juga sangat nyaman dan cantik untuk dilihat, ditambah dengan tone w...

Review Singkat Drama Series “Designated Survivor 60 Days” 2019

Director: Yoo Jong-Sun Writer: Kim Tae-Hee Network: tvN Episodes: 16 Release Date: July 1 - August 20, 2019 Language: Korean Country: South Korea Jika ingin melihat tayangan yang bisa menambah sedikit pengetahuanmu tentang dunia politik dan pemerintahan, sepertinya drama series ini cocok untuk jadi pilihan. Sebab, drama ini bercerita tentang sebuah pemerintahan Korea Selatan yang tiba-tiba kolaps akibat bencana yang tak terduga. Setiap episode dalam drama selalu ada konflik baru dalam ranah pemerintahan dan memaksa orang-orang pemerintahan yang selamat bencana harus memutar otak agar Korea Selatan bangkit kembali. Drama series yang akan membawa penonton mengetahui bagaimana cara kerja pemerintahan Korea Selatan. Mungkin, tidak beda jauh ya dengan pemerintahan kita. Tokoh utama dalam drama ini ialah Park Moo-Jin ( Ji Jin-Hee ) yang berprofesi sebagai Mentri Lingkungan. Park Moo-Jin menjadi menteri yang satu-satunya selamat karena sebuah keburuntungan. Lalu, ia diangka...

Review Drama True Beauty : Alur cerita drama series vs webtoon

Drama series korea terbaru yg baru saja rilis pada 9 desember 2020 kemarin sempat menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta drakor. Drama "True Beauty" diangkat dari webtoon terlaris berjudul "The Secret of Angel" menuai sedikit kontroversi karena alur cerita yang sangat berbeda dari webtoon. Hal tersebut membuat banyak penggemar drakor terbagi menjadi dua kubu. Ada kubu yang berpendapat bahwa alur di webtoon jauh lebih seru dan menarik sedangkan yang lain berpendapat jika alur cerita di drama series pun sebenarya tak kalah lucu dan menggemaskan. Terlepas dari perbedaan alur cerita yang cukup signifikan, drama ini masih bisa kok dinikmati dengan sambil minum kopi. Sebab, mungkin tim drama series tersebut punya formula tersendiri untuk menyampaikan cerita kepada penonton. Pun dilihat dari genre yang diangkat, yakni comedy-romance dengan rate usia 13+, rasanya kurang tepat jika penulis skenario mengambil secara keseluruhan cerita yang sama persis seperti webt...