Langsung ke konten utama

19.39 WIB

Keluhan lagi, sepertinya manusia kayak saya ini ga akan lepas dari namanya keluhan. Jadi bulan lalu, saya dapet tawaran untuk nulis naskah (lagi) di film pendek. Film ini nantinya akan jadi film karya temen saya biar dia bisa lulus dari kampus. Anyways, di kampus saya itu kalau mau menyabet gelar S1 bisa ada dua pilihan, yaitu menyelesaikan skripsi atau buat karya film fiksi/dokumenter/program tv.

Nah temen saya ini, minta tolong buat bikin naskah. Pertama saya meragukan diri saya sendiri apakah bisa nulis naskah lagi?. Temen saya ini percaya sama saya, kalau saya bisa nulis naskah. Oke di ciptakanlah naskah dengan ide cerita dari temen saya. Naskah draft 1 udah jadi, temen saya bilang ada revisi. Cukup lama sih nunggu hasil revisi di kirim ke saya. Dan akhirnya kemarin malam saya menerima naskah hasil revisi dan ternyata udah jadi draft 2 (omooo...). Padahal saya yang nulis naskahnya yak, harusnya setelah saya revisi baru biasa jadi draft 2 (kalau sesuai prosedur)

Ternyata, teman saya dengan sukarela sudah mengubah alur cerita jadi benar2 bagus!. Jujur sebernernya saya agak sakit hati sekaligus tidak enak hati. Sakit hatinya karena temen saya dengan tiba2 mengubah alur tanpa ada obrolan dengan saya sebelumnya. Dan gak enak hatinya saya sudah mengecewakan temen saya. Yaps, dia sudah percaya sama saya dan meluangkan waktu untuk ngobrol dengan soal ide cerita itu. Dan ternyata cerita yang saya buat tidak sesuai dengan ekspetasi dia. Saya kecewa dengan diri saya sendiri.

Tapi, jangan salah. Semua itu ada hikmahnya. Setidaknya saya tahu pada tingkat berapa kemampuan saya menulis naskah film untuk sekarang. Kemampuan saya masih belum cukup untuk dianggap sebagai manusia yg faham mengenai pernaskahan film. Di samping itu, dari cerita tadi saya juga belajar bagaimana jadi orang yang sabar dan tidak tersulut emosi. Jadi pas tau naskah saya di rombak total itu saya bener2 sedih dan rasanya udah ga mau lagi ketemu dan bantuin dia. Tapi saya berusaha mengendalikan emosi dan belajar memahami apa yg temen saya mau.

Setelah wisuda, adalah saat dimana kesabaran, berserah diri, dan usaha maksimal di pertaruhkan. Tentu kalimat ini saya tujukan bagi semua sarjana yang masih menganggur dan tetap berusaha mengejar impiannya. Salam Sarjana!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Drama Series : Lovestruck in the City

Aktor dan aktris Ji Chang-wook dan Kim Ji-won yang sudah banyak mengambil peran untuk genre romansa dipersatukan dalam drama produksi Story & Pictures Media Desember 2020 kemarin. Rata-rata peran yang mereka mainkan selalu sukses dan cukup tenar di negara asalnya. Mereka berdua dipertemukan dalam drama romansa dengan konsep dokumenter dengan dua pasangan lain. Ha? Drama tapi konsepnya dokumenter? Iyap, jadi disini kisahkan ada 3 pasangan yang pernah dan sedang menjalin hubungan. Tiga pasangan tersebut yakni Park Jae-Won & Lee Eun-Oh / Yoon Sun-Ah, Choi Kyung-Jun & Seo Rin-Yi, dan Kang Kun & Sun Young. Konsep drama ini seperti sedang mewawancari 6 orang tersebut, kemudian ditunjukkan secara visual bagaimana perwujudan dari cerita cinta yang mereka alami.  Sinematografi Ciamik dan Tone Warna Lembut  Bukan hanya kisah 3 pasangan ini saja yang bisa dinikmati penonton, sinematografi yang disuguhkan juga sangat nyaman dan cantik untuk dilihat, ditambah dengan tone w...

REVIEW SINGKAT : DRAMA SERIES OCN "SAVE ME" (2017)

OCN kembali meluncurkan drama thriller dengan judul Save Me yang tayang tahun 2017 lalu. Drama yang berkisah tentang misi penyelamatan seorang gadis bernama Sang-Mi yang terperangkap oleh pengikut kultus aneh di sebuah kota kecil Korea Selatan. Sebagai stasiun TV kabel yang berfokus pada cerita yang cenderung 'dark' dan banyak unsur kejatahan, kali ini OCN menghadirkan cerita dengan isu yang cukup sensitif, yakni agama.  Awal mula cerita ini berlangsung saat Sang-Mi dan keluarga pindah dari Seoul ke kota kecil Muji karena masalah finansial yang dialami oleh keluarganya. Sayang, sesampainya di Muji mereka tidak menemukan tempat tinggal. Singkat cerita, ketua kultus (Bapa Rohani) bernama Baek Jung-Ki mengutus para pengikutnya Apostel Kang dan Apostel Jo untuk membantu keluarga Sang-Mi. Mereka menawarkan banyak bantuan, mulai dari memberikan keluarga Sang-Mi rumah, meyekolahkan Sang-Mi dan selalu ada saat keluarga mereka butuh bantuan. Kebaikan Bapa Rohani membuat Ayah Sa...

REVIEW SINGKAT : DRAMA SERIES "TRAP" (2019) - OCN

Review kali ini fokus membahas mengenai latar belakang cerita, plot (alur), dan penokohan. Tak usah basa-basi mari kupas tuntas bagaimana Trap bisa layak dinobatkan sebagai salah satu drama mistery-thriller yang patut untuk dinikmati penggemar drama korea. Polemik Politik, Kekuasaan, dan Keadilan Drama Trap tak jauh dari pembahasan politik negara dan kekuasaan. Latar belakangnya, berangkat dari kaum berkuasa di negara Korea-Selatan. Penyajian bentuk 'kekuasaan' bukan hanya sebatas 'dimudahkan' dalam segala hal mengenai pelanggaran peraturan oleh konglomerat, tapi lebih kepada kekuasaan 'mengatur' sebuah tragedi dan melemparkan 'kambing hitam' kepada publik. Kekuasaan dalam drama tersebut dimiliki oleh sekelompok borjuis psiko dengan hobi berburu. Uniknya, objek perburuan mereka ialah manusia. Secara tersirat, drama Trap menunjukkan sikap kanibalisme, tapi hanya disinggung pada beberapa bagian. Role utamanya kepuasan berburu oleh kelomp...