Langsung ke konten utama

REVIEW SINGKAT : DRAMA SERIES "TRAP" (2019) - OCN


Review kali ini fokus membahas mengenai latar belakang cerita, plot (alur), dan penokohan. Tak usah basa-basi mari kupas tuntas bagaimana Trap bisa layak dinobatkan sebagai salah satu drama mistery-thriller yang patut untuk dinikmati penggemar drama korea.



Polemik Politik, Kekuasaan, dan Keadilan

Drama Trap tak jauh dari pembahasan politik negara dan kekuasaan. Latar belakangnya, berangkat dari kaum berkuasa di negara Korea-Selatan. Penyajian bentuk 'kekuasaan' bukan hanya sebatas 'dimudahkan' dalam segala hal mengenai pelanggaran peraturan oleh konglomerat, tapi lebih kepada kekuasaan 'mengatur' sebuah tragedi dan melemparkan 'kambing hitam' kepada publik. Kekuasaan dalam drama tersebut dimiliki oleh sekelompok borjuis psiko dengan hobi berburu. Uniknya, objek perburuan mereka ialah manusia.

Secara tersirat, drama Trap menunjukkan sikap kanibalisme, tapi hanya disinggung pada beberapa bagian. Role utamanya kepuasan berburu oleh kelompok borjuis psiko. Penggambaran tersebut seperti mencoba mengkritik sistem pemerintah di Kor-Sel bahwa kekuasaan sangat bisa membenarkan segala hal, termasuk berburu manusia.

Keadilan digambarkan dengan detektif Kor-Sel dan beberapa reporter yang ingin mengungkap kejahatan dari kelompok berburu. Narasi awal cerita, posisi Detektif dibentuk seakan selalu sial dan tidak becus dalam menangani kelompok berburu. Bahkan ada karakter detektif yang berkhianat dan berpihak pada kelompok berburu.

Sesuai dengan judulnya, Trap. Pemburu dan detektif saling membuat jebakan. Awal penonton akan dibuat gemas dengan intrik yang diciptakan pemburu yang sungguh cerdas dan detektif yang sulit memecahkan kasus, tapi jangan sedih keadilan akan muncul pada saat yang tepat.

Kehadiran Twist Plot

Episode drama yang terbilang pendek, hanya ada 7 episode. Namun cukup untuk menghadirkan misteri tragedi menyayat hati. Cerita yang tidak berbelit-belit dan saling menunjukkan keterkaitan adegan dengan pas. Tentu, Trap (2019) hanya menyajikan satu kasus, karna kalau lebih dari itu, yhaa nanti ga cuma 7 episode, 20 episode saja rasanya tidak cukup untuk menyelesaikan masalah.

Tidak adil rasanya, jika drama mistery tidak punya unsur twist plot. Yap, pembuat drama Trap (2019) punya formula yang cerdas. Saya tidak mau spoiler twist plotnya dimana, tapi drama uni sukses membuat penonton kebingunan menentukan mana yang protagonis dan mana yang antagonis, karena sekali lagi, pemburu dan detektif sama-sama saling menjebak.

Duet karakter Pemburu dan Detektif


Ada dua karakter utama yang ditonjolkan, yaitu calon anggota pemburu (Lee Seo Jin) dan Detektif (Sung Dong Il) yang akan pensiun. Calon anggota pemburu berprofesi sebagai pembaca berita yang terkenal, sedangkan detektif digambarkan sebagai orang yang gila kerja dan cerdas dalam memecahkan kasus sehingga keluarganya merasa tidak mendapat perhatian lebih. Profesi dari dua karakter dalam cerita digunakan sebagai titik lemah masing-masing. Titik lemah ini yang digunakan sebagai pemicu konflik cerita.

Pemilihan  karakter pembawa berita menguntungkan dalam sisi penyampaiam narasi, seorang pembawa berita sebagai profesi yang sering dilihat dan dikagumi masyarakat, namun ada sisi psiko. Hal yang manarik untuk di gabungkan bukan?. Kemudian detektif yang cerdas namun bermoral, masih membawa narasi keseimbangan bahwa manusia haruslah bersikap lebih humanis.

Tak ada salahnya di waktu senggang menonton drama Trap, drama yang akan cukup menggelitik pikiran, menyadarkan bahwa mungkin saja ada kelompok pemburu manusia di dunia nyata. Be Ware! Trap is everywhere!

Komentar